Do Not Play Around

donotplayaround.jpg

Do Not Play Around

story by Rosé Blanche

Jeon Wonwoo [Seventeen], Aylee Jeon [OC], Oh Heejun [KNK]

Family, Fluff, Friendship

T

Vignette

.

Jangan main-main dengan kami, oke?

.

Oppa!”

Nah, ini dia.

Gadis bernama Aylee Jeon yang membuat Wonwoo kelabakan dan harus membuang waktu tidur siangnya. Ia dimintai datang ke kampus sebelum jam kuliah gadis itu dimulai, dan bagusnya, Wonwoo hanya punya waktu sepuluh menit.

Gadis yang membuat Wonwoo tampak seperti orang aneh karena berlari-lari sendiri di koridor, namun pada nyatanya ia harus duduk setengah jam lebih untuk menunggu kedatangan sang gadis yang katanya terlambat karena sang dosen mengulur waktu.

Gadis yang membuat Wonwoo harus rela menunggu hingga bosan dan sudah berusaha membunuh waktu dengan dua cangkir kopi hitam di kantin, hanya karena gadis itu mengatakan bahwa ada suatu hal penting yang ingin dibicarakannya.

Tetapi ….

“Temani aku shopping seusai kuliah nanti.”

“Hanya itu?!”

“Hanya itu.”

Penting dari mananya coba?!

Seriously?”

“Memangnya kenapa, sepupuku sayang? Kau tidak tahu kalau shopping itu salah satu rutinitas terpenting bagi kaum wanita?”

“Terus kau tidak tahu kalau aku bukan wanita, begitu?!”

Aylee mencibir. “Masa bodoh. Pokoknya temani aku, okay? Tenang saja, kuliahku setelah ini tidak akan lama, paling cuma satu setengah jam. Nanti kutelepon lagi.”

“Tidak mau. Sana pergi sendiri.”

“Ya, ya. See you later, Oppa!”

“HEI!”

Aylee  melenggang pergi dengan santainya, meninggalkan Wonwoo yang masih dilanda kesal setengah mati. Seperti yang Wonwoo duga sejak awal kepindahan Aylee, memang butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi gadis itu.

“Menyebalkan,” umpatnya pelan. Wonwoo meraih jaket kulitnya dan hendak melangkah pergi, tepat ketika sebuah tangan menyentuh bahunya.

“Jeon Wonwoo?”

Wonwoo berpaling, dan saat itu pula wajah seseorang yang ia kenali menyapa.

“Heejun? Kau teman Seungjun yang waktu itu berkunjung ke rumah, kan?”

“Terima kasih karena masih mengingatku.” Heejun tersenyum sekilas, lantas duduk di kursi yang tadinya sempat Aylee tempati dan spontan membuat Wonwoo mengurungkan niatnya. “Bukannya bermaksud menguping atau apa, tapi … kulihat baru saja kau berdebat dengan Aylee?”

“Oh, jangan bahas dia,” erang Wonwoo. “Terkadang ia suka kelewat batas, sampai rasa-rasanya aku tidak ingin peduli lagi.”

“Benarkah?” Alis Heejun terangkat sebelah, sorot matanya penuh arti. “Kau tidak ingin peduli lagi?”

“Memangnya kenapa?”

Heejun tertawa kecil sejemang, sebelum ia melanjutkan, “Kelihatan, sih. Baru saja ia memintamu untuk menunggunya, tapi kau sudah ingin beranjak pergi begitu saja.”

“Sebenarnya apa yang ingin kaucoba katakan?”

Lagi-lagi Heejun terkekeh. “Dengar. Jujur saja, aku tertarik dengan kekasihmu itu.”

Seketika, Wonwoo dilanda kebingungan. Kekasih? Kekasih yang mana? Atau jangan-jangan ….

“Maksudmu Aylee?”

“Masa Seungjun? Tentu saja Aylee!”

Ah, ternyata dia tidak tahu.

Wonwoo mendengus, sedikit menahan agar tawanya tak tersembur begtiu saja. “Terus?”

“Ayolah, tidak usah pura-pura polos. Kata Seungjun kau juga penakluk hati wanita, sama sepertiku. Kau tidak pernah serius berhubungan dengan wanita, bukan? Lagipula karena kau tidak peduli lagi, barangkali lumayan juga kalau aku yang sedikit bermain-main sebentar dengan gadis itu, eh?”

Dasar Seungjun mulut berbisa! Jujur saja, saat ini ia sedang dalam tahap ingin mengumpati sepupunya habis-habisan, namun ucapan Heejun yang baru saja terlontar sepertinya lebih menarik perhatian. Kening Wonwoo berkerut. “Bermain-main?”

She’s like an angel, Won. Pria mana pun yang berhasil menjerat hati gadis secantik dirinya adalah pria paling beruntung sedunia. Memang kedengarannya hiperbolis, tapi juga kenyataan.”

“Jadi kau menyukainya?”

Kini, ganti Heejun yang menautkan alis. “Bagaimana, ya? Entahlah. Kurasa iya, secara dia benar-benar cantik.”

Benar-benar playboy sejati, batin Wonwoo.

“Jadi, biarkan aku bermain dengannya, oke? Let me taste her just for a little bit.”

Tepat ketika ucapan tersebut lolos dari bibir Heejun, Wonwoo menyeringai kendati ia merasa mual mendengarnya.

Taste her?

Sedikit Wonwoo tertawa, sedikit pula suara kekehan yang ia keluarkan. Tentu hal itu membuat Heejun tertawa kecil secara terpaksa juga, dan rasanya canggung sekali.

Well, silahkan saja. Lagipula, aku memang tidak pernah menganggapnya kekasihku.”

“Benarkah?”

“Ya. Oh, dan jujur saja, ada beberapa fakta yang ingin kusampaikan padamu, Heejun-ah.”

Kini, wajah Heejun berubah antusias. Ia mencondongan tubuh ke depan, bersiap memasang telinga dan mendengarkan setiap tuturan Wonwoo yang dianggapnya bersangkut paut dengan Aylee, agar dirinya tidak kewalahan nanti jika sudah dalam tahap pendekatan.

Dan ternyata perkiraannya itu salah besar.

“Pertama, kurasa kau adalah tipikal orang yang benar-benar sok tahu, huh?”

“Ha?” Kedua manik Heejun membola, kendati dirinya masih tak mengerti ke mana arah pembicaraan Wonwoo. “Kenapa?”

“Aku memang penakluk hati wanita, tetapi aku tidak pernah mempermainkan perasaan mereka. Aku tidak sama dengan playboy perayu sepertimu, Bung. Aku tak perlu melakukan apa-apa, dan mereka sendirilah yang datang kepadaku, mengerti?”

Jawaban tak disangka-sangka itu membuat Heejun tak dapat berkata dan ingin segera enyah saja, namun rasa kuriositasnya menang. Tungkainya pun tidak jadi ia ayunkan untuk segera pergi dari tempat itu, melainkan tetap mematung demi mendengar kata-kata Wonwoo selanjutnya.

“Baiklah …. Apa ada lagi?”

“Fakta yang kedua, kau salah besar soal aku yang tidak peduli lagi. Aku hanya mengatakan kalau aku tidak ingin peduli, bukannya tidak peduli.”

Detik itu juga Heejun menegak ludah. “Bukankah kau baru saja ingin meninggalkannya meski ia memintamu untuk menunggu? Kau juga bilang kalau kau tidak pernah menganggapnya sebagai kekasihmu, kan? Lantas apa itu yang dinamakan peduli?”

Seketika Wonwoo pun tergelak. “Siapa bilang aku akan pergi meninggalkannya? Aku hanya ingin berjalan-jalan di sekitar kampus, setidaknya bisa sekalian cuci mata jika ada gadis cantik lewat. Lagipula, kaupikir orang mana yang akan betah berdiam diri di sini, jika sudah tahu bahwa mereka akan ditelantarkan selama satu setengah jam penuh? Oh, dan satu lagi. Aku tak pernah menganggap Aylee kekasihku, karena kami memang bukan sepasang kekasih.”

Ocehan panjang lebar Wonwoo semakin membuat nyali Heejun menciut. Tetapi, masih belum cukup juga untuk membuatnya lari dari hadapan Wonwoo.

“Lantas apa kalau bukan kekasih?”

“Dia itu sepupuku, bodoh!”

Skak.

Kini, Heejun merasa konyol sendiri. Sangat memalukan, lebih-lebih ketika tersadar bahwa dari tadi ia sedang cari mati dengan Wonwoo, secara lelaki itu adalah keluarga Aylee. Hingga rasanya sudah bukan sekedar ingin menghilang dari hadapan Wonwoo saja, kalau bisa lenyap dari muka bumi sekalian.

“Dan yang ketiga, aku hanya ingin mengatakan kalau ucapanku tadi serius.”

“Yang … yang mana?”

“Soal aku yang mempersilakanmu mendekati Aylee. Kau boleh mendekatinya. Kalau kau ingin bermain-main dengan Aylee, bermainlah dengan perasaannya sampai kau puas.”

Heejun mengernyit, tatapannya tidak percaya. “Oh ya? Masalahnya, wajahmu tidak meyakinkan, Won.”

Wonwoo sendiri sebenarnya tak menyangka bahwa semua itu akan terucap dari mulutnya. Terutama soal dirinya yang serius memberikan Aylee pada lelaki tak waras ini, yang sejatinya ia sendiri pun tak suka. Tetapi, mau bagaimana lagi? Toh Aylee sudah dewasa, dan ia tak sepenuhnya berhak mengatur privasi gadis itu.

Namun, bukan berarti dirinya akan tinggal diam juga.

“Tentu saja. Tapi sebelumnya, kurasa kita harus membuat perjanjian dulu.”

Wonwoo kini telah sepenuhnya berdiri. Ia meraih jaketnya kembali, lantas mengambil langkah sedikit demi menempatkan diri di samping Heejun. Ia merendahkan tubuhnya, wajah pun ia dekatkan ke telinga sang lawan bicara.

.

.

.

“You break her heart, then I’ll break your face. Deal?”

fin.
-oOo-

 

Advertisements

Leave Your Thoughts Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s