Diet Program

tumblr_mnczux3BnP1qfpcnio1_1280.jpg

Diet Program

story by Rosé Blanche

Wen Junhui [Seventeen] & Park Cheonsa [OC]

Fluff

T

Ficlet

.

“What’s wrong, Cheon?”

.

What’s wrong, Cheon?”

Sepuluh menit semenjak kedatangan Jun ke apartemennya, Cheonsa terus saja bersikap tidak tenang. Sesekali duduk sambil memeluk lutut, sesekali menggigit kuku-kuku jemarinya sampai-sampai Jun takut anak itu bakal cacingan, sesekali juga berjalan mondar-mandir tanpa arah yang jelas.

Satu hal pasti yang dapat Jun lihat, Cheonsa sedang gelisah.

“Cheon, ayo makan siang. Aku membawakanmu—”

Ucapannya menggantung begitu sebuah lirikan Cheonsa lontarkan. Lekas, gadis itu berlari kecil dan mendudukkan diri tepat di samping Jun.

“Jujurlah, Jun. Menurutmu, apa aku bertambah gemuk?”

“Ha?” Dibuatnya Jun melongo, namun tak lama ekspresi itu berganti dengan raut kebingungan lantaran ia tidak tahu harus menjawab apa. “Kurasa … tidak?”

“Tidak, kau salah. Beratku bertambah. Tempo hari agensi mengomeliku, katanya aku harus menurunkan dua kilo sesegera mungkin. Ini sudah satu minggu lewat, tapi bahkan turun setengah kilo saja belum sampai.”

Kalau masalah berat badan, Jun benar-benar kehilangan akal. Pasalnya, ia sendiri tak pernah sampai repot-repot diet seperti Cheonsa, secara berlatih dance setiap hari seolah membuat makanan apa pun yang masuk ke dalam tubuhnya luruh. Thanks to Soonyoung.

“Sudah coba fitness?”

“Hampir setiap hari.”

“Lari pagi? Bersepeda?”

I already did all of it, okay? Tapi aku heran, kenapa tidak turun-turun? Bahkan aku sudah mencoba melewatkan makan malam. Oh, I’m going nuts for sure,” erang Cheonsa memegangi kepalanya. “Menurutmu apa aku juga harus mulai melewatkan makan siang?”

“Hei, jangan coba-coba. Aku tidak mau tanggung jawab kalau maagmu kambuh nanti.”

Well, I also think that it’s not a good idea. Tapi aku harus bagaimana lagi?” Cheonsa mengguncang lengan Jun pelan, rautnya yang seolah merengek membuat sang lelaki tak dapat menahan senyum.

“Sebenarnya kalau dipikir-pikir, diet tidak harus semenderita itu, Cheon. Cara menghilangkan kalori tidak cuma dengan olahraga dan pantang makan saja, masih banyak cara lain.”

“Contohnya?”

Shopping? Dengan kakimu yang berjalan ke sana-sini selama beberapa jam saja kan sudah membuang kalori?”

Cheonsa mencebik. “Nanti malah beli-beli banyak, terus tambah boros. Aku sudah tobat, tahu. Tidak ada cara lain?”

Jun bungkam. Sekon berlalu seiring ia yang kembali memutar otak, membuat Cheonsa kian lama makin dilanda putus asa.

“Ya Tuhan, diet ini benar-benar membuatku sakit kepala.”

Melihat Cheonsa yang tampak depresi hanya karena perihal menurunkan berat badan, bohong kalau Jun tidak kasihan. Ia terus mencoba berpikir, sampai-sampai sebuah ide (yang menurut dirinya sendiri) cemerlang datang, dan membuatnya tanpa sadar menahan seringai.

“Cheon, kurasa aku menemukan cara lain.”

Hm?”

Wajahnya berpaling, dan ditatapnya intens manik kelereng milik Cheonsa.

Well, kissing burns 6,4 calories a minute. Wanna workout right now?

fin.
-oOo-


special made for kanjel, dan maapin Cheon udah jadi korban cheesy-nya Jun:”)

rachel.

Advertisements

Leave Your Thoughts Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s