Failed

PicsArt_02-20-08.17.11.jpg

Failed

story by  Rosé Blanche

Min Yoongi (BTS) & OC

Angst, Hurt, Tragedy

PG-17 (!for some scenes of drugs, suicide, and self-harm)

Ficlet (±450 words)

.

To save lives is one of the most important thing to do. And I just failed.

.

“Yoongi-ah ….”

Menit berlalu dan Yoongi masih terpaku. Termangu dalam diam, dengan kedua iris yang menatap intens ke arah sang gadis—tentu setelah beralih dari botol-botol kosong yang tergeletak dengan lantai sebagai alasnya serta ceceran pil di atas meja.

Lengan yang kesakitan karena terlalu keras mendobrak pintu pun sudah tak lagi Yoongi hiraukan, karena fokus pandangnya saat ini hanya tertuju pada gadis yang baru saja merintih lemah tersebut.

Busa dari mulut sang gadis tak kunjung berhenti mengalir, pula dengan kedua kelopak yang kian terpejam.

Lima detik. Hanya butuh lima detik perjumpaan terakhir gadis itu dengan Yoongi, sebelum sepasang matanya benar-benar terkatup. Hembusan napas terhenti, diikuti oleh tubuhnya yang terkulai di atas kasur.

Detik ini juga, Yoongi pun merasa ia terlambat dalam menyadari sebuah hal penting.

Satu hal yang pasti, tidak semua orang sama seperti apa yang terlihat. Beberapa di antaranya punya sebuah kehidupan lain yang tertutup begitu sempurna dari kalangan yang mereka anggap tak cukup dekat.

Menyembunyikannya baik-baik, menutupnya rapat-rapat. Hanya karena tak ingin orang-orang tahu akan sisi kelamnya, dan tentu menghindari kemunculan sebuah rasa yang dinamakan ‘khawatir’.

Terlebih wanita. Wanita seringkali menyimpan rahasia mereka baik-baik, dan tak akan mengumbarnya sebelum ada seseorang yang dapat hadir dan dapat membuatnya percaya. Membuatnya merasa nyaman, serta tak perlu khawatir akan apa pun.

“Aku tidak apa-apa Yoongi, jangan panik begitu.”

“Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Ayo, kita sekarang cari makan saja.”

“Tidak, tidak masalah, Yoongi. Bukan salahmu.”

Seperti gadis yang sedang tergolek tak berdaya di hadapan Yoongi saat ini. Gadis yang entah sudah berapa kali menuturkan kalimat-kalimat dusta itu. Gadis yang selalu berusaha menjadi kuat, padahal rapuh di dalam. Gadis yang dicintainya, sosok yang selalu menjadi kepercayaannya.

Masalahnya, apakah Yoongi berhasil mendapatkan kepercayaan gadis itu?

Yoongi rasa tidak. Ia gagal. Benar-benar gagal, sehingga gadis itu harus memendam kesakitan itu sendirian hingga hati terkecilnya tak tahan lagi dan memilih jalan mengakhiri nyawa.

Mengapa gadis itu berbuat seperti ini, Yoongi tidak tahu. Dan ia rasa, ia tak akan pernah tahu sebelum polisi menemukan barang bukti yang cukup atau pun surat peninggalan.

Itu pun kalau sang gadis meninggalkannya. Kalau tidak?

Yoongi tak mengerti apakah ini soal dirinya yang kurang peka, kurang perhatian, atau justru gadisnya yang terlalu tertutup. Padahal, gadis itu terlihat baik-baik saja selama ini.

Ya, namun hanya ‘terlihat’. Yoongi sendiri tak pernah menyangka bila hal itu merupakan sandiwara yang dimainkan untuk sekedar menutupi segala sesuatunya.

Yang jelas, Yoongi menyesal.

Karena tak dapat menjadi kepercayaan gadisnya. Karena tak dapat menjadi seorang kekasih yang cukup baik. Karena dirinya yang merasa bahwa ia telah memahami sang gadis sepenuhnya, padahal tidak.

Ternyata, ia tidak tahu apa-apa.

Satu hal lagi—

.

.

—karena ia gagal menyelamatkan satu nyawa yang sangat berharga, yaitu milik gadisnya sendiri.

.

fin.
-oOo-

Advertisements

Leave Your Thoughts Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s