Neighbor

image_thumb135

Neighbor

story by Rosé Blanche

Himekawa Yui (OC) with Kim Mingyu (Seventeen)

Fluff, slight!College-life

G

Ficlet

.

Just a girl’s thoughts about a guy who has become her neighbor in the last several months.

.

Menurut Yui, dapat mengenal dan menjadi akrab dengan tetangga sebelah rumah dalam waktu singkat itu benar-benar merupakan sebuah keajaiban, mengingat sifat susah berbaur yang telah dimilikinya sejak lama. Seorang tetangga yang seumuran dengan Yui, cocok untuk dijadikannya teman mengobrol dan berbagi cerita di waktu senggang.

Menurut Yui, kenyataan bahwa tetangga tersebut berkuliah satu universitas dengannya adalah suatu hal yang entah mengapa membuat Yui merasa sedikit lega. Ada teman di sepanjang perjalanan pulang-pergi lebih baik daripada berjalan dan naik bus sendirian, bukan? Meski ada beberapa jadwal kuliah mereka yang berbeda, tetapi si tetangga itu tak pernah keberatan.

Menurut Yui, punya tetangga berpostur tinggi itu menguntungkan. Jika saja suatu saat Yui lupa membawa payung saat pergi atau pulang kuliah, ia tak akan segan-segan untuk menumpang pada si tetangga yang tidak pernah absen membawa payung lipat (bahkan saat musim panas sekalipun). Ia yakin, dirinya tak akan basah bila si tetangga itu yang memegang payung. Satu lagi, postur tinggi lumayan juga untuk dimintai tolong naik tangga dan menggantikan lampu di rumahnya—apabila sewaktu-waktu ada yang rusak.

Menurut Yui, mempunyai tetangga yang jago memasak rasanya menyenangkan. Bukannya Yui tidak bisa memasak sama sekali, hanya saja dapat menyicipi masakan seenak itu setiap harinya—Yui yakin ia bisa mati bahagia.

Ah, tidak. Itu berlebihan.

“Yui, makanannya sudah siap! … Yui? Kenapa menatapku seperti itu?”

Sebenarnya ini bukan soal kelebihan atau keuntungan yang dapat Yui peroleh saja, dan pada nyatanya Yui tak pernah bermaksud untuk memanfaatkan semua itu. Hal-hal tersebut hanya ia anggap sebagai nilai tambah, bukan poin utama yang selama ini mengendap di hati terdalamnya.

 “Tidak apa-apa. Wow! Kau membuat sushi salmon?”

“Kesukaanmu, kan?

“Ayo, cepat ganti pakaianmu dan kita segera makan! Tunggu apa lagi?”

Karena, yang terpenting bagi Yui adalah keberadaan sang tetangga baik hati nan tampan bernamakan Kim Mingyu itu sendiri. Seseorang yang dapat mengobati rasa kesepian Yui, serta membuat hari-hari gadis itu menjadi lebih indah dan berwarna.

Dan fakta tersebut, akan selalu Yui catat sebagai salah satu hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupnya, tentu saja.

fin.
-oOo-

Advertisements

Leave Your Thoughts Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s