Esquiver

1e3a3841-c743-4dba-8ff0-fa07605d25d7

Esquiver

ficlet-mix by Rosé Blanche

Boo Seungkwan (Seventeen) & Hansol Vernon Chwe (Seventeen)

I’ve tried to avoid you, but I failed in the end.
Unknown

[Boo Seungkwan]

Bersepeda?

Boo Seungkwan suka bersepeda. Setidaknya menghirup udara segar setiap pagi bisa menghilangkan rasa stressnya dengan pelajaran sekolah. Ditambah lagi untuk menjaga berat badan.

Seperti yang dilakukannya pada hari ini juga, ia sudah mulai mengayuh pedal sepedanya sejak pukul enam pagi tadi dan langsung bersepeda di sekitar perumahannya.

Saat melewati sebuah gang sempit, Seungkwan berpapasan dengan seorang gadis yang sedang lari pagi.

Wajahnya cantik, Seungkwan mengakui itu. Selama beberapa saat, Seungkwan terpaku karena merasa seperti melihat bidadari yang baru saja turun dari surga.

Karena melamun, ia menjadi tidak fokus ke depan. Dan tiba-tiba saja, apa yang terjadi selanjutnya membuat Seungkwan kaget setengah mati.

Ya! Awas!”

Tepat di depannya, tiba-tiba saja ada yang berlari cepat menyebrangi gang sempit tersebut. Seungkwan berusaha menghindar, namun tidak sempat.

AKH!”

Sedangkan Seungkwan sendiri? Oh, Seungkwan tidak berani melihat, karena ia yakin kalau jeritan melengking gadis itu disebabkan oleh sebuah pemandangan yang mengerikan yang terpampang tepat di hadapannya.

Dan mungkin saja gadis itu juga terkena cipratan likuid merah yang baru saja muncul akibat lindasan Seungkwan.

Dengan wajah pucat dan keringat dingin yang sudah menetes, Seungkwan langsung saja mengayuh sepedanya kencang-kencang tanpa menoleh ke belakang sedikitpun untuk melihat gadis itu mau pun korban kecelakaannya barusan, dan tentunya ia juga berusaha melupakan kejadian mengerikan itu.

Seungkwan bersumpah, ia tidak akan mau bersepeda melewati gang sempit itu lagi, setelah apa yang dialaminya barusan. Ini akan menjadi yang terakhir kalinya, Seungkwan yakin itu.

Seungkwan berharap, semoga saja malam ini ia tidak mimpi buruk tentang tikus besar yang telah dilindasnya tadi.

Yah, semoga saja.

.

.

.

[Hansol Vernon Chwe]

Kepala Vernon masih agak berputar, tatkala otaknya berusaha menyadari apa yang baru saja terjadi.

Seluruh tubuhnya terasa sakit, dan bau anyir itu juga memasuki indera penciumannya. Ia menggerakkan kepalanya dengan susah payah, dan ternyata benar.

Tubuhnya mengeluarkan darah cukup banyak. Cukup banyak hingga ia harus merasakan kesakitan dan pusing luar biasa. Sayangnya, jalan sempit tersebut sudah terlampau sepi untuk mengharapkan pertolongan dari orang lain. Ini sudah terlampau malam, omong-omong.

Kini kepala dan tubuh Vernon terangkat sedikit dengan lengan sebagai penyangganya, agar ia dapat melihat keadaan sekitar. Vernon mengerjap beberapa kali—tidak percaya dengan pandangan mengerikan yang teronggok di hadapannya, dan saat itu juga ia merasa air matanya akan tumpah.

Motor Harley Davidson kesayangan Vernon—yang ia beli dengan tabungannya sendiri selama bertahun-tahun, harus kandas dengan keadaan mengenaskan di bawah tiang listrik. Tubuh motor itu tidak rusak terlalu parah, namun lampunya ada yang pecah.

Apa yang baru saja terjadi?

Vernon terus-terusan memutar otak, meskipun berpikir rasanya sakit sekali. Tetapi, ia juga ingin tahu apa yang membuatnya berakhir seperti ini.

Perlahan-lahan, bayangan itu mulai muncul. Bayangan sosok yang telah melintas dan membuat Vernon sekarat. Namun, bahkan pelaku tersebut telah melarikan diri, sama sekali tak bertanggung jawab.

Vernon ingin melaporkannya ke polisi, tentu saja. Tetapi, ia tahu ia tidak akan bisa. Bukan karena ia tidak sempat melihat bagaimana rupa pelakunya. Bukan juga karena Vernon tidak ingat jenis kendaraan atau nomor platnya.

Lagipula, memang tidak ada nomor platnya.

Dengan begini, Vernon hanya bisa mengeluarkan ponselnya dan memanggil ambulans, berharap sekelompok penyelamat itu akan cepat tiba. Sambil masih mengerang kesakitan, ia tetap berusaha mengatakan setiap detail-detail kejadian pada sang penerima telepon, dan setelah itu ia lekas memutuskan sambungan.

Tak dapat menahan amarahnya lagi, akhirnya ia mengumpat juga.

“DASAR KUCING SIALAN!”

fin.
-oOo-


*Esquiver : avoid, dodge

Advertisements

2 thoughts on “Esquiver

Leave Your Thoughts Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s