Too Late

tumblr_oblupq1JE71svtlk8o1_1280

Too Late

story by Rosé Blanche

Kim Taehyung (BTS) & Kim Jiho (OMG)

Romance, slight!School-life, Hurt/Comfort

G

Vignette

“Awalnya, jatuh cinta itu memang indah rasanya. Tapi, jika tidak berujung dengan apa yang kau inginkan, rasa itu berubah menjadi sakit.”

-oOo-

Melihat keakraban dua insan yang sedang duduk berhadapan di pojokan kelas bukanlah sebuah pemandangan yang disukai oleh Kim Taehyung. Terlebih lagi, ketika gadis itu melemparkan tawa lepas tatkala mendengar candaan si lelaki.

Padahal, dulu tawa itu selalu ditujukan hanya untuk dirinya seorang.

Sialnya, kegelisahannya tersebut mebuatnya tidak dapat berkonsentrasi saat pelajaran dan entah ada dorongan dari mana, Taehyung mengacungkan tangannya.

“Yoon-songsaenim.”

Panggilan itu membuat seorang pria paruh baya yang sedang menulis di papan, harus mengalihkan pandangannya dan menaruh atensi pada sumber suara. Dan alhasil, pria itu mengizinkan Taehyung keluar dari kelas, karena Taehyung beralasan tidak enak badan dan ingin beristirahat di ruang kesehatan.

Alih-alih melangkah ke ruang kesehatan, Taehyung malah menelusuri koridor, menaiki tangga, dan kini sampailah ia di atap sekolah.

Ia menumpukan kedua lengannya pada tembok pembatas yang tingginya setara dengan dadanya. Ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya kasar, lalu menatap pemandangan kota Seoul dengan pandangan kosong. Pikirannya masih saja tertuju pada satu gadis itu.

Namanya Kim Jiho.

Cantik, pintar, primadona sekolah, anggota OSIS, ketua klub teater, dan satu lagi posisi Jiho yang tidak bisa dilupakan Taehyung—sahabatnya sejak lima tahun yang lalu. Tidak dapat dipungkiri bahwa Taehyung memang menaruh perasaan pada Jiho, hanya saja bagaimana dengan Jiho sendiri?

“Sudah kuduga kau ada di sini.”

Taehyung tersenyum miring ketika suara itu memasuki indera rungunya. Ia tidak perlu menoleh untuk mendapati siapa yang mengatakannya, karena tanpa melihatpun, Kim Taehyung sudah tahu siapa sang empunya suara.

“Kenapa berbohong tadi? Aku tahu kau tidak benar-benar sakit.”

Taehyung menoleh, dan mendapati Kim Jiho yang tahu-tahu saja sudah berada di sampingnya. Taehyung hanya tersenyum sekilas, lalu menggeleng.

“Kau kenapa, sih? Ada masalah, ya?”

Lagi-lagi Taehyung hanya diam, sambil menggeleng dan menyunggingkan senyum tipis.

“Huh, ya sudah kalau tidak mau cerita.”

Sebenarnya Taehyung ingin bercerita pada Jiho. Sangat ingin. Hanya saja, bagaimana bisa ia menceritakan kegelisahannya pada orang yang telah membuatnya gelisah?

Well, kalau kau tidak mau bercerita, biarkan aku saja yang bercerita dan kau mendengarkan. Ya?”

Taehyung melebarkan matanya sekilas pada Jiho, dan pada akhirnya ia mengangguk.

“Baiklah.”

“Kau tahu, akhir-akhir ini … yah, aku yakin kau sudah bisa menebaknya, bukan? Soal—”

“Hong Jisoo. Ya, aku tahu.”

Jiho sempat menaikkan kedua alisnya sejenak, sebelum menyunggingkan sebuah senyum lebar di bibirnya.

As expected from Kim Taehyung. Kau sangat peka.”

Taehyung juga ikut menyunggingkan sebuah senyum tanpa menatap gadis di sampingnya itu, hanya saja senyum mirislah yang muncul. Ia harap Jiho tidak menyadarinya.

“Kau menyukainya, kan?”

Sebuah pertanyaan meluncur dari bibir Taehyung, membuat Jiho sedikit mengerutkan alisnya. Wajahnya tampak seperti menimbang-nimbang. Setelah beberapa detik terlewat, akhirnya Jiho menjawab.

“Aku tidak tahu pasti, tapi … bisa jadi. Yah, kurasa memang begitu,” ujarnya sambil tersenyum memandang Taehyung. “Bagaimana menurutmu?”

Bagaimana menurutnya? Tentu saja ia tidak suka dengan kenyataan itu. Pasalnya, Jisoo adalah orang yang cukup dekat dengan Taehyung, dan ia juga tahu kalau temannya yang mempunyai kepribadian kelewat sempurna itu juga menaruh perasaan pada Jiho.

Ia tidak suka apabila senyum menawan milik Jiho ditujukan kepada laki-laki lain. Jika Taehyung sampai melihatnya, hatinya akan terasa sakit. Taehyung tidak dapat memungkiri itu. Pada akhirnya, Taehyung menjawab,

“Bagaimana menurutku? Itu bagus.”

“Bagus?”

“Iya. Setidaknya kau tidak merasa tertekan lagi karena diriku. Lagipula, Jisoo itu orang baik. Ia cocok denganmu.”

Dasar munafik, Taehyung merutuki dirinya sendiri.

Jiho memandang Taehyung dalam diam selama beberapa saat, kemudian ia tersenyum.

“Iya. Awalnya, jatuh cinta itu memang indah rasanya. Seperti yang kualami sekarang ini. Tapi, jika tidak berujung dengan apa yang kau inginkan, rasa itu berubah menjadi sakit.”

Taehyung mengerutkan alisnya menatap Jiho, tampak memperhatikan.

“Kau tahu, Taehyung? Saat kau menolakku dulu, aku sempat depresi, karena waktu itu aku masih tidak tahu kalau ditolak rasanya bisa sebegitu sakit,” ujar Jiho sambil memaksakan sebuah senyum yang pada akhirnya berlanjut pada tawa canggung.

“Tapi, sekarang sudah tidak apa-apa. Entah sejak kapan, rasa sakitnya perlahan-lahan memudar, dan pada akhirnya hilang sama sekali. Dan sekarang, aku mulai merasakan perasaan yang serupa pada Hong Jisoo. Ternyata jatuh cinta itu tidak kenal kapok, ya?”

Gadis itu tersenyum lebar, membuat Taehyung yang melihatnya mau tidak mau juga harus memaksakan sebuah senyum. Meskipun hatinya sedang tersayat-sayat di saat yang bersamaan.

Tiba-tiba saja, tangan kanan Jiho menepuk sebelah pundak laki-laki yang berdiri di hadapannya itu.

Thanks, anyway.”

Sambil memiringkan sedikit kepalanya, Taehyung memasang wajah bingung. “Untuk?”

“Karena kau masih mau menjadi teman baik yang setia disampingku, meskipun seharusnya hubungan kita rusak karena pernyataan bodohku waktu itu. Aku minta maaf kalau sudah membuatmu merasa tidak nyaman. Aku—”

That’s okay,” sahut Taehyung. “Dan buanglah jauh-jauh pikiranmu itu tadi. Memangnya kapan aku pernah merasa tidak nyaman? You’re the best, Sweetheart.”

Mendengar itu, Jiho sempat menganga sejenak sebelum akhirnya ia mendengus tertawa. “Dasar,” gumamnya pelan. “Ternyata sifat playboymu belum hilang juga. Aku sampai heran, kenapa dulu aku bisa menyukaimu, ya?”

Mereka tertawa untuk beberapa saat sebelum Jiho membuka suara lagi. “Hei, aku ingin minta pendapatmu. Aku ingin mengajak Jisoo kencan besok Minggu, mungkin di kedai es krim tengah kota yang baru buka itu, but is it okay for girls to start first? What do you think?”

Taehyung hanya mengendikkan bahunya. “It’s okay, I think. Dan … kedai es krim itu? Sounds good.”

Perlahan-lahan, Jiho mengembangkan senyumannya lagi. Senyuman yang baru Taehyung sadari bahwa itu adalah candunya setiap hari.

“Baiklah, kalau begitu aku kembali dulu. Aku tadi hanya izin ke toilet, jadi aku tidak bisa lama-lama. Yah, meskipun kenyataannya aku memang sudah terlalu lama di sini. Ya sudah, sampai nanti!”

Jiho melambaikan tangan sambil berlalu, meninggalkan Taehyung seorang diri di atap sekolah yang sepi. Taehyung menatap kepergian punggung gadis itu dengan wajah datar, kemudian ia mengalihkan pandangannya kembali ke pemandangan kota Seoul.

Ia merasa bodoh, tentu saja.

Kenapa?

Kenapa ia harus terlambat menyadarinya? Kenapa tidak dari dulu saja ia merasakan perasaan ini?

Oh, salahkan saja sifat playboynya yang kelewatan. Ketika ada seseorang berharga yang berusaha mengetuk, hatinya tidak kunjung dibuka karena terlalu sibuk mengurusi gadis-gadis lain yang sebenarnya bukan siapa-siapa bagi dirinya.

Hingga pada saatnya Taehyung sudah terlanjur membukakan pintu, ternyata orang itu sudah tidak mengetuk lagi. Dan kini, Taehyung tidak tahu bagaimana cara untuk menutup pintu itu kembali.

Jika boleh jujur, Taehyung ingin kembali seperti dulu lagi. Saling berbagi cerita seperti dulu, mencurahkan seluruh isi hati masing-masing seperti dulu, tertawa bersama seperti dulu, dan menangis bersama seperti dulu. Oh, seandainya saja memutarbalikkan waktu itu semudah mengatur arah jarum pada jam dinding.

Sekarang, Taehyung benar-benar sadar.

It’s just too late, and he regrets it.

fin.
-oOo-

“Maybe one day, I’ll be the one that you love, that you need. But, don’t wait too long. Because the day you want me, may be the day I’ve finally given up.”

-Unknown-

Advertisements

3 thoughts on “Too Late

Leave Your Thoughts Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s